YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 27 Mei 2014

Siasat Dalam Hujan

Membohongi diri
dalam hujan ialah
muslihat teruntuk kalian
yang letih, punggung berpeluh
bersilih pada dingin di kaki

Mengubur diri
dalam hujan ialah
siasat sembunyikan hati
yang suah sakit, suah lelah
endapkan rasa,
diserbu malu akan ikrarmu
yang tak kunjung kutemu.

27.5.2014
Pangkalpinang

Senin, 26 Mei 2014

JARAK

Hapus jarakmu itu
dengan aku seperti sedia
kala; serempak bercanda,
serentak ungkapkan cinta.

Lenyapkan jarakmu itu
karena aku melulu rindu
akan panas yang sempat
melingkupiku amat sesak.

Luputlah jarakmu itu;
mustahil kau tahu aku
lelap genapkan yang dulu,
seiring hujan kelabu
mencucup tanah depan rumahku

26.05.2014
Pangkalpinang
Akuorangindo

Minggu, 25 Mei 2014

Menuju Langit Ketujuh, Takutku Kelak Sayapku Rapuh

Berterbangan bersama sejuta
apa jelas tujuanmu ataukah
diombang ambing bimbang,
dirimu?
Sempat kukenal mereka
yang hindari kawanan
pernah dianggap jalang,
pengorbanan dan keteguhan,
tapi hidupi impian.
Saksikan buktinya, aku,
mereka yang terbang jauh
telah sampai langit ketujuh
di mana mimpi mereka penuh
dan masalah pun tidak, peluh.
Sebab, direngkuhnya mimpi itu;
rasa takut adalah tabu,
semestinya dibakar jadi abu.

Dan mimpi besar, aku dambakan.
Sebuah puncak, kata kata berarak,
kalimat menyumbat dunia,
cerita mengalun jiwa,
puisi merajut rasa.

Meski takut mewujud tabu;
semestinya dibakar jadi abu,
terpikir aku kerap
bilamana rapuh nasib sayapku
apakah mimpi itu kelak lenyap?

25.5.2014.
Pangkalpinang
Teruntuk aku beserta impian yang amat kucinta.

Sabtu, 24 Mei 2014

Terlantas Kasih

Larangku kau ajukan pergi,
sebelum sempat kau pelajari
kami telah terlantas kasih.
Pergi kau lari,
kelak 'kan terasa pedih
bagi kami.

24.05.2014.
Pangkalpinang
Teruntuk seorang guru.

Harap Si Embun

Katakan perpisahan, jangan,
embun waktumu sementara,
tapi daun menjagamu, akan,
upayanya genggam dirimu.

Tapi, ujarmu, harapku
rawan hilanglah pedih
ini,
sebab telah aku dengar
dari saudaraku sebuah kabar,
bahwasanya ajarku sementara.
Ajar lelagu embun padamu, daun.
Jangan cintai aku yang fana;
itu bakal membuat jatuhku,
pergiku, lebih mudah.

24.5.2014.
Pangkalpinang
Diragukan apakah pantas puisi ini teruntuk kamu

Antara Embun dan Air

Umpamanya, kau tukang tenun
membentang embun
mana jatuhkan sejuk
untuk kami reguk.
Tak diragukan, embun terasa
asing awalnya, sebab kami telah
meminum air dilarut jenuh.
Tapi kau hanya tukang tenun
yang menghasilkan embun.
Tidak dikira, kau datang,
tinggalmu tumbuhkan sayang,
pula itu terikat kami pada
sejuk embun di gersang tanah.
Berakar, ikat itu, sampai takut
kami, kau dipaut pergi.
Terlintas di wajah, masam senyum kami,
bilamana kau dibawa lari,
air tawar itu minum sehari-hari,
padahal kami candu tagih
embun yang berkasih.

24.05.2014
Pangkalpinang
Teruntuk seseorang yang berjasa mewarnai kehidupan di sekolah tapi terpaksa pergi.

Jumat, 23 Mei 2014

Cinta

Menghancurkan dinding
adalah badai yang bergending,
tanah tak lagi rata.
Tapi menghancurkan aku
mustahil itu kamu,
cinta.