Lucien menelusuri rambut Adele dengan kepelanan sensual. Sesuatu dalam diri Adele membuncah dan memuncak.
"Ketika aku melihatmu, aku merasakan ketertarikan yang sangat tidak pantas, Adele," ucapnya, "belakangan, kuketahui bahwa aku diciptakan untuk melindungimu. Aku naga. Dan aku pelindungmu."
Jemari Adele menemukan rahang pria itu dan membelainya. Ini adalah apa yang ia impikan tiap malam. "Tapi jangan biarkan aku melihatmu terluka."
"Itu tidak sebanding dengan melihatmu terluka."
Lalu, mereka dipersatukan gairah. Mimpi yang selama ini dipendam, mengawan dan menguap. Kabut. Kamar itu berkabut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar