Bahwa satu malam itu, sadar aku
mudah terpengaruh, buta rasa
Dikatakannya segala percaya kusandarkan.
Kupikir, karena ia kawan
Tapi, siapa ia di antara kami
Yang merajut rasa dari mata melirik semata
Yang tentang dan benci diarungi kami,
menemukan kasih teramat sayang
Katakan betapa aku bodoh
Terpengaruh omongnya, yang kadang
sungguh aku tak rasa demikian
karena ia tak seperti yang kukira
dan ia tak seperti yang jejaki mata
ataupun aroma tipunya
yang aku tiap hari hirup
Ia sesuatu lebih sekedar dari
apa yang pikir dan hati perangi
Ia teka teki
Dipecahkan, bukan artinya disalahkan,
tatkala menebaknya aku tak sanggup
Renungan diri yang teruntuk aku.
14.04.2014. Pangkalpinang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar