YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 23 Mei 2014

Random Snippet of Born of Fire

Tentu saja aku akan membebaskanmu, Sayangku," ujarnya sembari tangan keriputnya menangkup kedua pipiku. Aku bergidik saat mata cacatnya bergerak menelusuri wajahku. "Dengan satu syarat."

Aku tidak terkejut. Dia itu ular. Dan ular selalu meminta imbalan atas kebajikan yang ia lakukan.

Aku menarik diriku darinya. Dua blasteran di belakang menahanku keras. Pergelangan tanganku dikunci pada punggungku. Terpikir olehku untuk menyikut wajah keduanya dengan cepat dan menyelamatkan diri dari situasi menegangkan ini. Dari depan wajah ular sinting Jerome. Namun, kuketahui bahwa perlawananku akan berakhir percuma. Walaupun aku cepat, aku tidak akan bisa menandingi ketangkasan dua blasteran berbadan besar.

Jadi, kuangkat daguku seperti biasa. Bersikap angkuh dan penuh perhitungan. Tidak ada satu apapun yang tidak bisa kulakukan. Aku Astrid. Aku bisa. "Dan apakah itu?"

Mata Jerome menyipit, giginya yang tak rata tampak. Tersenyum congkak. Seakan-akan ia telah memenangkan duel gladiator tahunan. Aku tidak menyukainya dan menahan ludah yang sedari tadi hendak kulemparkan kepada wajahnya. Kebebasanku berada di tangan profesor gila ini.

"Syarat yang kumaksud adalah," ucapnya lambat-lambat seraya memandangku dengan tatapan malas, "izinkan aku mengujicoba DNA-mu, sayang."

Itu bencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar