YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 23 Mei 2014

Takut

Sesederhana itukah?
Semudah matamu memejam,
merasakan ucapku merambat dan
merasuki genderang telinga
milikmu yang kurasa,
teruntukku berkata.

Tapi, sukaku lebih kepada saat
bulu matamu menyentuh pipi, meresap
lafalku.
Karena ketika diharuskan pandangku
membalas lirikanmu,
merah warna elokkan pucat wajahku.
Hei, aku malu dan kau pun begitu.
Namun, aku masih merajut kata,
dan terus kau mengatup mata,
Sebab meski malu meraja,
kau dan aku ingin pertahankan keindahan
yang dua kali terungkap,
tidak akan.

Apakah ini cinta? Mungkin saja.
Tapi kita masih bermalu rasa
terkadang aku merasa sia.
Pun kueluh,
takutku kau menjauh.

Teruntuk seseorang yang mampu mengembangkan senyumku tanpa berusaja sedikit pun.
9.4.2014.
Di kamar hotel dengan selimut kasar dan seorang teman yang berbaring pasrah, tak bisa tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar