Aku ruang senyap setia ditemani
rembulan. Menoleh ke belakang dan
bertemu pedih. Menengadah, bersua
ketidakpastian.
Pernah berandai melambungkan imaji
terlalu tinggi. Kabut gairah menjelma
bunga malam. Napas rindu
membuat lapar sekujur tubuh
akan sebuah tunggu.
Merah menyinari senyum dan pipi,
aku nanti selalu.
Tapi terlalu jauh. Dewi, meski
setia berakar dalam dirimu
kasih kau sorotkan.
Aku jemu, karena jarak ini.
Hasratku mendekapmu, kuat.
Hasratku mengukungmu, tangguh.
Hasratku menguasaimu, dalam.
Adalah jarak terentang, sebuah musuh
teruntuk aku.
Dan kau, masa lalu, jauh
serta tak mampu kugapai, aku runtuh.
Hei. Andai saja aku tidak begitu jauh,
menjadikan aku milikmu, maukah kau?
Dibanding aku menunggu pintu
yang tidak diketukmu
sebab aku tahu kau diciptakan
menggantung diri sebagai rembulan.
Menyinari jalan,
tapi tidak teruntuk kusayang.
Teruntukmu seseorang nun di Pulau Jawa. Aku bahkan tak yakin kau masih ingat cinta yang lampau.
6.5.2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar